Sholat Ied di Tengah Pandemi

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Sholat Ied di Tengah Pandemi

Berita Militer
Minggu, 24 Mei 2020

Boyolali. Babinsa Sambi Koramil 10/Sambi Kodim 0724/Boyolali Serda Jakimin menghadiri rapat terbuka bersama Forkopimcam Sambi membahas masalah pelaksanaan Sholat Ied di Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jumat Malam (22/05).

Bulan Ramadhan tidak terasa berjalan begitu cepat dan akan segera meninggalkan umat Muslim. Di bulan Ramadhan, terdapat begitu banyak amalan dan pahala yang bisa didapatkan. Puncak dari ibadah puasa di bulan Ramadhan ialah Hari Raya kemenangan atau Idul Fitri. Pada hari raya Idul Fitri, umat Muslim di sunahkan untuk melaksanakan shalat Id. Kebiasaan masyarakat di Indonesia selama ini, setelah shalat Id umat Islam saling memberi dan meminta maaf kepada sanak saudara atau tetangga dengan bersalam-salaman dan saling mengunjungi.

Saat ditemui Babinsa Sambi Koramil 10/Sambi Kodim 0724/Boyolali Serda Jakimin menerangkan bahwa Hasil rapat yang diperoleh dari rapat tersebut yaitu mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan mengelar acara Sholat Ied secara berjamaah, hal ini mengacu pada keputusan MUI (Majelis Ulama Indonesia melalui Sekretaris Jenderalnya Anwar Abbas. Seperti diketahui, . Pasalnya sesuai anjuran pemerintah untuk tidak berkerumun dan selalu menjaga jarak guna menghindari meluasnya penyebaran virus corona (Covid-19).

MUI menyebutkan bahwa shalat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah jika seseorang berada di kawasan dengan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali. Demikian bunyi petikan fatwa Nomor 28 Tahun 2020 itu.

Tak hanya itu budaya atau adat dari masyarakat Indonesia bila hari raya Idul Fitri telah tiba yaitu dengan bersilaturahmi untuk sementara waktu tidak saling mengunjungi, karena hal ini jelas sangat berisiko tinggi, di tengah pandemi Covid-19. Dianjurkan bagi masyarakat untuk tidak melakukan beberapa tradisi-tradisi di atas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dimasa masa pandemi seperti ini boleh untuk tidak melakukan salam-salaman. Pasalnya, usaha menjaga dan melindungi diri masing-masing agar tidak jatuh ke dalam hal-hal yang akan membahayakan kesehatan adalah hal yang lebih utama.

Masyarakat dapat melakukannya melalui telepon, SMS, WhatsApp, dan media komunikasi lainnya. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: "Bila ada dua orang muslim yang bertemu lalu mereka berjabat tangan maka dosa keduanya sudah diampuni sebelum mereka berpisah." Oleh sebab itu, bersalam-salaman di dalam agama Islam adalah suatu hal yang terpuji dan baik.

"Datangnya Lebaran selalu menjadi saat-saat yang dinantikan oleh seluruh umat muslim, setelah berpuasa 30 hari di bulan Ramadan. Hari raya Idul Fitri merupakan kesempatan bagi umat Islam untuk menunjukkan rasa syukur kepada Allah dan kesempatan bermaaf-maafan dengan sesama, serta dengan harapan dosa-dosa masa lalunya diampuni. Semoga ditahun depan kita bisa melaksanakan Sholat Ied Secara berjamaah serasa memohon doa agar pandemi ini segera berakhir". Pungkas Babinsa. Penerangan Kodim 0724/Boyolali).