Cegah Penyalahgunaan Media Sosial, Ini Penekanan Pasi Intel Kodim Wonogiri Kepada Prajurit

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Cegah Penyalahgunaan Media Sosial, Ini Penekanan Pasi Intel Kodim Wonogiri Kepada Prajurit

Berita Militer
Senin, 21 Oktober 2019
Cegah Penyalahgunaan Media Sosial, Ini Penekanan Pasi Intel Kodim Wonogiri Kepada Prajurit


Wonogiri - Seluruh Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Pegawai Negeri Sipil (PNS)  jajaran Kodim 0728/Wonogiri baik prajurit dan keluarga diminta untuk bijak menggunakan media sosial.

Seperti yang disampaikan Pasi Intel Kodim 0728/Wonogiri Lettu Inf Mulyono dalam hal ini mewakili Dandim 0728/Wng Letkol Inf M Heri Amrulloh pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada prajurit dan lingkungan Kodim 0728/Wonogiri untuk bijak menggunakan media sosial.

"Ada perintah dari Komando atas untuk memberikan sosialisasi tentang penggunaan medsos kepada prajurit dan istrinya", kata Pasi Intel, di Aula Kodim 0728/Wonogiri yang berada di Jln Jenderal Sudirman No. 226 Wonogiri. Senin (21/10/2019).

"Makanya hari ini saya di perintahkan oleh Dandim memberikan sosialisasi dan pengarahan kepada seluruh Prajurit,PNS serta keluarga", tegasnya.

Dapat diketahui, sosialisasi untuk bijak menggunakan media sosial tersebut diberikan agar prajurit serta istrinya dapat bijak tentang penggunaan medsos.

Menurut Pasi Intel, setiap prajurit baik keluarganya harus bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh apa yang ada di media sosial.


Selain itu sosialisasi tersebut, kata dia, merupakan perintah serta penekanan kepada setiap prajurit di satuan.

"Pedomannya (perintah) dari Komando atas memerintahkan agar penggunaan medsos harus bijak dan jangan mudah terpercaya", tegas Lettu Inf Mulyono.

Pasi Intel menegaskan, jika masih ditemukan prajurit maupun keluarganya yang tidak bijak dalam menggunakan media sosial, menurutnya akan tetap diterapkan sanksi serta proses hukum yang berlaku.

"Kan sudah disosialisasikan kepada keluarga prajurit", kalau masih ada yang (tidak bijak), ya prosesnya sama. Karena sudah diingatkan, peringatan dari surat telegram sudah berulang-ulang" tutupnya.(**)