Iklan

Berita Militer
Kamis, 12 Maret 2020, Maret 12, 2020 WIB
Last Updated 2020-03-13T03:08:15Z
beritatni

Serma Suroto Hadiri PertemuanRutin KTNA Kecamatan Pedan


Klaten -  Serma Suroto Anggota Koramil 04/Pedan  Kodim 0723/Klaten Mewakili Danramil 04/Pedan lettu Inf eka Atmaja menghadiri Undangan Pertemuan Rutin Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Pedan yang diselenggarakan  di rumah Jupri Pujo Hartono di Dukuh Lemahireng Desa Kaligawe Kecamatan Pedan,  Rabu ( 11/03/2020).



 

Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Adalah Suatu organisasi independen di Indonesia yang berorientasi pada aktivitas sosial  di Sektor agrikulturul, yang berbasiskan agribisnis dan lingkungan hidup di pedesaan.

 

Kegiatan kali ini dengan memberikan Materi tentang cara pengendalian Wereng Batang Coklat (WBC) Oleh Mujiono dari Dinas pertanian Klaten (Bagian Pengendalian Hama).

 

Dalam penjelasannya Mujiono  menerangkan bahwa Hama wereng batang coklat (WBC) merupakan hama utama tanaman padi sehingga menjadi hama yang sangat ditakuti petani karena bisa mengakibatkan gagal panen (fuso).

 

"WBC merupakan hama r-strategis;  menghisap cairan batang tumbuhan padi, dapat berkembang biak dengan cepat, dan cepat menemukan habitatnya serta mudah beradaptasi dengan membentuk biotipe baru. Selain itu, hama ini menularkan juga penyakit virus kerdil hampa (VKH),  virus kerdil rumput tipe 1 (VKRT-I) dan virus kerdil rumput tipe 2 (VKRT-2). Pada saat vegetatif VKH menyebabkan daun rombeng, tercabik, koyak, atau bergerigi, terkadang berwarna putih.  tumbuh kerdil dengan tinggi 23,8-66,9% tertekan, keluar malai diperpanjang sampai 10 hari. Saat keluar malai tidak normal  (tidak keluar penuh), daun bendera terjadi distorsi. Saat pematangan buah tidak mengisi  dan menjadi hampa." terangnya.

 

Sementara itu, Serma Suroto Menyampaikan "Kami dari Koramil Pedan Melaksanakan pendampingan Upsus yang dilakukan para Babinsa kepada Kelompok Tani yang ada di desa, tidak lain untuk mendukung program pemerintah agar mencapai target hasil pertanian yang maksimal."

 

"Apabila hasil panen dapat maksimal maka program Pemerintah dalam hal ketahanan pangan dapat tercapai, dn tentunya kesejahteraan petani dapat meningkat," lanjutnya.

Tidak ada komentar: