Binter Terpadu 2019, Dandim Saumlaki Berikan Penyuluhan Radikalisme

Kategori Berita

Iklan Semua Halaman

Binter Terpadu 2019, Dandim Saumlaki Berikan Penyuluhan Radikalisme

Berita Militer
Jumat, 22 November 2019

Binter Terpadu 2019, Dandim Saumlaki Berikan Penyuluhan Radikalisme

Dandim 1507/Saumlaki Letkol Inf Rahmad Saerodin,S.I.P memberikan materi wawasan tentang bahaya faham radikalisme dan terorisme bagi generasi penerus Bangsa Indonesia kepada mahasiswa STIESA Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Jumat (22/11/19)

Kegiatan yang dilakukan Letkol Inf Rahmad Saerodin,S.I.P ini merupakan salah satu program pembinaan teritorial (Binter) terpadu Kodim 1507 Saumlaki Tahun 2019.

Dandim mengatakan bahwa faktor yang dapat menyebabkan seseorang dapat terjerumus ke dalam paham radikalisme dan terorisme dikarenakan kurangnya sosialisasi wasbang dan Pancasila serta kebhinekaan, kepribadian yang mudah terpengaruh komunitas yang mendukung.

" Hal ini bisa merusak kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, NKRI harga mati ," katanya

Kegiatan yang dilaksanakan menunjukan bahwa kita dan seluruh mahasiswa serta masyarakat secara tegas menolak keberadaan jaringan dan faham yang akan merusak keutuhan kebangsaan dan kesatuan NKRI, dan kegiatan ini dilaksanakan tujuannya untuk memberikan pemahaman kepada seluruh para generasi penerus bangsa agar tidak tergoda oleh ajakan yang dilakukan paham radikalisme yang menyebarluaskan pahamnya, karena hal itu tidak sesuai dengan ideologi bangsa Indonesia.

" Melalui kegiatan wasbang kita tanamkan nilai-nilai Pancasila dan Kebhinekaan agar para generasi penerus bangsa Indonesia tidak terpengaruh dengan faham radikalisme dan komunis serta teroris, " tegasnya.

Saat ini, kata Dandim , TNI khususnya Kodim Saumlaki telah melakukan antisipasi penyebarluasan faham radikalisme salah satunya dengan cara pemberian himbauan melalui Kamtibmas melalui para Babinsa dan memberika materi wasbang kepada para pelajar dan mahasiswa

" Apabila menemukan suatu kejanggalan atau mendapati orang yang mencurigakan dalam menyebarluaskan faham-faham yang tidak jelas agar segera melaporkan ke Koramil atau pun pihak kepolisian setempat, " sebutnya.

Sementara itu Alfomsus Pasak salah satu Mahasiwa STIESA, bersama rekan mahasiswa lainnya juga senada dengan keinginan Dandim untuk menolak radikalisme di Kampusnya, menurutnya NKRI adalah harga mati dan Indonesia adalah negara yang cinta Damai.ass/red